PEMUDA GILIGENTING MANFAATKAN PEKARANGAN SEMPIT UNTUK LAHAN PERTANIAN

Musim tanam jagung telah tiba petani pun sudah banyak yang bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan atau tegalnya untuk di tanami palawija, salah satunya adalah tanaman jagung. Lahan tegal atau pekarangan tidak menjadikan persoalan bagis alahsatu pemuda Giligenting satu ini. Walaupun pekarangan sempit tetap di manfaatkan dan di tanami biji-bijian seperti jagung.

"Mukhlis' seorang pemuda Giligenting Rabu, ( 18 /12) saat ditemui di lokasi tempatnya menanam jagung mengungkapkan,  kreatiftas  bercocok tanam  dalam memanfaatkan pekarangan sempit tidak menjadikan patah arang untuk bercocok tanam walaupun punya lahan sempit harus dimanfaatkan secara maksimal agar lahan itu tidak mubazir.

"Saya memang tidak punya lahan yang luas untuk bercocok tanam di musim penghujan seperti ini untuk menanam jagung tapi, saya tidak patah arang apalagi putus asa untuk bercocok tanam di lahan sempit, walaupun lahannya sempit tetap saya maksimal dalam bercocok tanam yang penting perawatannya serta telaten agar bisa menghasilkan jagung yang bagus.

Dengan lahan sempit dirinya juga bisa menghasilkan banyak jagung yang bagus dengan perawatan yang maksimal. Setiap minggu dibersihkan timbuhan- tumbuhan  liar yang ada disekitar tanaman jagung agar hasil jagungnya besar-besar. Mukhlis juga berharap apa yang dilakukannya bisa dijadikan contoh atau ditiru para pemuda agar tidak ikut-ikutan orang lain meninggalkan tempat kelahirannya yang mayoritas banyak keluar pulau menyambung hidup. Dengan bertanipun bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. ( Rahman. KIM Konengan)
Lebih baru Lebih lama