Vi rus Corona yang penyebarannya semakin
hari semakin masif membuat santri dan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul
Anwar, Masjid Annaja dan Mushallah Nurul Jadid Galis Giligenting Sumenep Jawa Timur bersatu melakukan ikhtiar batin,
dengan membaca qasidah burda hingga shalawat penolak wabah (thaun) secara
berkeliling kampung. Sabtu malam Minggu (10/7/2021).
Giat ini diselenggarakan oleh santri dan
alumni bersatu dan juga masyarakat Dusun Julung Daja dan juga Dusun Julung
Lao', dan di pimpin oleh Takmir Masjid Baiturrahmah KH. Zuhdi Salim, Pengasuh
Masjid Annaja KH. Qusyairi Qohhar dan juga Pengasuh Mushallah Nurul Jadid K.
Fadlali.
Ketua Panitia Susriyadi, S. Pd. I
menuturkan bahwa hal ini bertujuan untuk berdoa
kepada Allah SWT agar kita dijauhkan dari Balak dan dijauhkan dari segala sial
juga penyakit, terutama dari Virus Corona.
"Membaca
Burdah ini sebagai upaya santri dan alumni serta masyarakat di sini untuk
membentengi lingkungan agar senantiasa diberi keselamatan. Termasuk dari
ancaman wabah virus corona yang saat ini mewabah," katanya.
Lebih lanjut Susriyadi
mengatakan kita juga tidak hanya terus menerus ketergantungan terhadap
pengobatan medis, kita juga harus menjaga kebersihan badan dan kebersihan
lingkungan, serta yang paling utama yaitu Dengan melakukan Sholawat Burdah dan
berdoa kepada Allah SWT.
"Selain mematuhi
prokes yang ada kita juga berikhtiar dengan cara membaca sholawat burda dan
shalawat penolak wabah atau thaun," ujarnya.
Membaca Burdah sambil
berkeliling, kata Susriyadi merupakan tradisi sejak lama dilakukan di berbagai
pondok pesantren, termasuk di Ponpes Nurul Jadid, Paiton Probolinggo. Oleh
karena itu, pihaknya bersama santri dan alumni bersatu serta masyarakat memilih
melakukan tradisi tersebut di lingkungannya guna memohon keselamatan dari
COVID-19.
"Burdah biasa dibaca
dan dilakukakan di pondok pesantren, salah satunya untuk permohonan keselamatan
khususnya pandemi ini semoga cepat di angkat oleh Allah SWT," pungkasnya.
Giat tersebut juga
diikuti oleh santri wati, dengan berkeliling di area Dusun Julung Daja dan juga
Dusun Julung Lao' dengan membawa obor dan sekitar 1000 lebih santri dan alumni
bersatu serta masyarakat yang terlibat didalamnya, (Rahman KIM Konengan).
