Isu Hoax tentang dampak buruk dari setelah di vaksin memang menjadi kendala besar untuk percepatan suksesnya vaksinasi khususnya di Wilayah Kecamatan Giligenting Sumenep Jawa Timur.
Hal ini menjadikan Puskesmas dan Tim Medis di Giligenting terus berupaya melakukan sosialisasi dampak buruk setelah divaksin dan menangkal isu-isu hoax yang beredar baik di masyarakat maupun di media sosial bahwasanya sesudah divaksin ada yang meninggal dan cacat.
"Dr. RIFKA" salah satu Tim Medis dari Puskesmas Kecamatan Giligenting melakukan testimoni tentang isu hoax di masyarakat setelah di vaksin ada yang cacat bahkan meninggal. Rabu, (22/09) saat mengisi acara sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Lembaga MTs Al-Hasan Gedugan Giligenting.
" Dr. RIFKA melakukan testimoni kepada siswa yang sudah divaksin tidak ada efek sampingnya enak dan orangnyapun hingga saat ini masih sehat.
Kalaupun ada rasa nyeri, sakit, batuk dan panas itu tidak menyebabkan sakit berkelanjutan dan juga gejala berat hingga meninggal atau cacat seperti isu hoax yang beredar di.masyarakat.
Vaksinasi tidak menyebabkan orang meninggal karena vaksin itu isinya virus yang dilemahkan atau sudah mati dan tidak masalah ketika masuk dalam tubuh, kalaupun ada yang meninggal itu dikarenakan ada penyakit bawaan tanpa ada pemberitahuan kepada tenaga medis saat di vaksin.
Banyaknya pelajar yang masih belum mau divaksin karena rata-rata takut jarum suntik dan takut sakit bahkan sampai meninggal. Dr Rifka menjelaskan bagi yang belum divaksin ketika disuntik Ibaratnya benda asing yang masuk kedalam tubuh butuh proses untuk menyatukan benda tersebut di dalam tubuh dan rasa sakitnya hanya sebentar.(Rahman KIM Konengan).
