Maraknya masyarakat yang membuang sampah dipinggir jalan raya merupakan perilaku kurang terpuji dan disayangkan, untuk itu Forum komunikasi pimpinan kecamatan ( Forkopimcam) giligenting mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menumpuknya sampah di bahu jalan, seperti yang terjadi di jalan raya Aenganyar menuju gedugan giligenting sumenep jawa timur timbulkan bau tak sedap.
Sekretaris Kecamatan ( Sekcam) Giligenting, Akhmad Hidayat, ST. MM, Rabu, ( 21/02/2024) mengungkapkan bahwa fenomena membuang sampah di jalanan belakangan ini semakin marak. Hal ini menjadi hal penting untuk mencarikan jalan keluar agar warga tidak lagi membuang sampah-sampah di sembarang tempat.
“Iya, kami juga sangat menyayangkan hal ini. Banyak warga yang masih kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mereka sepertinya sudah terbiasa dan merasa tidak bersalah, padahal tindakan ini merugikan banyak pihak,” ujar Akhmad Hidayat.
Hidayat menambahkan bahwa sampah yang dibuang di pinggir jalan lebih banyak daripada yang masuk ke dalam tong sampah. Hal ini tentu saja berdampak buruk, seperti merusak pemandangan, menimbulkan bau tak sedap, meningkatkan risiko banjir, menyebarkan penyakit, dan mencemari lingkungan.
“Sampah seharusnya dibuang ke tong sampah yang dibuat sendiri secara sederhana dengan cara menggali lubang, Nantinya sampah tersebut dibakar karena di wilayah giligenting belum ada tempat pembuangan akhir ( TPA),” papar Hidayat.
Akhmad Hidayat menegaskan bahwa pengendalian sampah diwilayah giligenting yang paling sederhana dan efektif adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. “Mulailah dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat setempat untuk lebih menghargai lingkungan,” tambahnya.
Hidayat mengungkapkan bahwa tumpukan sampah di wilayahnya berasal darii warga setempat. Warga yang sudah lama tinggal di kampung tersebut terbiasa dengan cara membuang sampah sembarangan semestinya sampah rumah tangga, di bakar dan ada yang dikubur ke tanah.
"Kami harap masyarakat bisa menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan tidak menambah tumpukan sampah dijalan-jalan karena sudah menimbulkan bau tak sedap,” ucapnya. (Rahman KIM Konengan)
