MGMP Bahasa Indonesia SMP/ MTs Kabupaten Sumenep Isi Pertemuan Rutin Dengan Wibinar


Pertemuan rutin MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Sumenep terus berupaya memberikan manfaat khusus bagi anggota maupun guru-guru secara umum.


Kegiatan pertemuan rutin MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Sumenep dilaksanakan setiap bulan dan ditempatkan di salahsatu lembaga pendidikan yang bersedia untuk ditempati pertemuan rutin tersebut.


Untuk pertemuan rutin kali ini Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs berisiatif untuk melaksanakan Wibinar yang dilaksanakan baik daring maupun luring sehingga anggota MGMP Bahasa Indonesia yang tidak bisa hadir ke pertemuan rutin bisa mengikuti dengan luring.


Dalam pelaksanaan wibinar tersebut Pengurus MGMP Bahasa Indonesia mengundang salahsatu Kabid Ktenagaan Dinas Pendidikan untuk memberikan sambutan pelaksanaan wibinar


Kabid Pembinaan  GTK  Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd. M. AP   dalam sambutannya , Selasa ( 27/02/2024), menyampaikan  atasnama Dinas pendidikan Kabupaten sumenep  mengucapkan terimakasih kepada MGMP  Bahasa Indonesia  SMP/ MTs kabupaten sumenep serta pengurus   yang tterus berkomitmen mengembangkan pendidikan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan MGMP Bahasa Indonesia.


Sangat menarik apa yang dilaksanakan MGMP Bahasa Indonesia saat ini dengan kegiatan yang kemas dengan  wibinar yang mengusung tema Pembelajaran yang menyenangkan. Berangkat dari hal itu bagaimana bisa menyenangkan kalau metode atau cara yang digunakan oleh guru membosankan. Jadi menyenangkan saja tidak cukup,   tetapi bagaimana siswa itu merasa rindu  pada Bapak Ibu sekalian.

Ketika Bapak Ibu tidak masuk itu sendiri juga sudah menyenangkan bagi siswa itu sudah dari dulu. Ketika Bapak Ibu ini memberikan pelajaran dengan metode menyenangkan  metode pembelajaran yang disampaikan oleh Bapak Ibu tentunya tidak otomatis menyenangkan tapi perlu metode yang lebih menarik dan menantang bagi siswa.

Bagaimana bahasa Indonesia  menjadi mata pelajaran yang   mungkin menjadi kebutuhan mata pelajaran lain. Bagaimana metode pembelajaran yang dibuat oleh Bapak Ibu itu benar-benar bisa dilaksanakan dan diterima oleh kita sendiri bahasa Indonesia membuat metode baru sudah berpikir bagaimana membuat metode baru dalam artian teori-teori yang ada.

Untuk  itu  perlu juga menulis buku,    sebelum menulis tentunya dengan banyak membaca berbanding lurus antara  kemampuan  peserta didik dengan kemampuan i guru-gunu bahasa Indonesia dengan metode-  metode yang bisa diterima oleh siswa,  memang tidak mudah tetapi kalau tidak dimulai itu tidak akan pernah merasa semuanya, dengan  cara berproses  perlu dilaksanakan kalau belum dilaksanakan proses nanti tidak terjadi. 

Jadi harapan kami untuk guru-guru teman-teman guru MGMP  bahasa Indonesia terus berjuang dalam rangka meningkatkan kompetensi Bapak Ibu sekalian dan memperjuangkan bagaimana mata pelajaran wajib  bisa diterima  baik,  dan juga  bagaimana menunjukkan  mata pelajaran  bahasa Indonesia bisa menunjukkan kebermanfaatannya. Pungkasnya. ( Rahman Red/ KOPI KIM) 
Lebih baru Lebih lama