Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sumur Tumpang di Desa Galis, dan Poklahsar Sumber Laut Desa Gedugan Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat kualitas serta daya saing produk olahan hasil perikanan. Kelompok ini mengikuti Workshop Diversifikasi dan Inovasi Produk Pangan yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan secara daring melalui Zoom.
Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha pengolahan hasil perikanan agar mampu menciptakan produk inovatif, bernilai tambah, dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional. Kegiatan ini diikuti berbagai Poklahsar dari sejumlah daerah di Indonesia.
Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari materi diversifikasi dan inovasi produk pangan edisi Shrimp Roll. Poklahsar Sumur Tumpang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah produk perikanan.
“Meskipun materi pelatihan berbeda dari produk yang kami kelola, workshop ini tetap memberikan pengetahuan baru dalam pengolahan hasil laut,” ujar Anggota Poklahsar Sumur Tumpang, Martin , Kamis (19/2/2026).
Ia menilai kegiatan ini memberi inspirasi bagi pengembangan produk olahan ikan yang lebih variatif serta memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Sementara ditempat berbeda Ketua Poklahsar Sumber Laut Desa Gedugan Hosniyatul Aini juga mengungkapkan bahwa Melalui workshop ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pelaku usaha untuk berinovasi agar produk perikanan tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar, tetapi juga diolah menjadi produk siap konsumsi dengan nilai tambah. Ungkapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, menegaskan bahwa inovasi produk berperan penting dalam meningkatkan pendapatan kelompok, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya laut.
“Kami berharap partisipasi Poklahsar Sumur Tumpang dapat mendorong pengembangan produk unggulan yang kreatif dan kompetitif sekaligus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha kecil sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.
Keikutsertaan dalam pelatihan serupa juga membuka peluang kolaborasi dan peningkatan kualitas usaha, sehingga produk olahan perikanan lokal dapat bersaing dan semakin dikenal di pasar nasional. ( Rif/ Rahaman KIM Konengan).
