Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) Giligenting menggelar sosialisasi bahaya Demam
Berdarah Dengue (DBD) kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
1, bertempat di aula SMPN 1 Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten
Sumenep. Sabtu (29/1/2022).
Kegiatan sosialisasi
tersebut di hadiri oleh semua para siswa beserta Dewan Guru SMPN 1 Giligenting
dan petugas kesehatan Puskesmas Giligenting., Sumenep, Jawa Timur.
Kepala Puskesmas
Giligenting Adi Mulyono, S. Kep. Ns yang diwakili Akhmad Triyanto A salah satu petugas dari puskesmas mengatakan
bahwa kegiatan
penyuluhan tentang bahaya penyakit demam berdarah untuk lingkungan sekolah akan
terus dilakukan secara serentak di wilayah giligenting.
"Sosialisasi terus
kami lakukan agar siswa semakin paham dan mulai menerapkan 3M Plus untuk
kebersihan lingkungan," katanya.
Lebih lanjut, Akhmad Triyanto A
menambahkan pada para siswa yang hadir selalu
memperhatikan kebersihan lingkungannya, baik di dalam kelas, di luar kelas,
maupun di rumah.
"Lingkungan bersih setidaknya bisa
sedikit menghindarkan kita dari segala macam penyakit, karena lebih baik
mencegah dari pada mengobati," tambahnya”.
Sementara itu, Kepala SMPN 1
Giligenting Drs. Moh. Selket Gani mengatakan, kegiatan penyuluhan
tentang penyakit demam berdarah untuk lingkungan sekolah sangat penting
dilaksanakan agar para siswa lebih menjaga lingkungannya.
"Kegiatan ini sangat penting
dilakukan, apalagi dilingkungan sekolah agar kita semua mengetahui betapa
pentingnya menjaga kebersihan," ujarnya.
Selket Gani menjelaskan bahwa
pihaknya telah terjalin lama dengan Puskesmas Giligenting dalam hal
menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya seluruh
stakeholder SMPN 1 Giligenting.
"Hari ini tidak hanya sosialisasi
yang diberikan pihak puskesmas, namun juga melakukan pemberian bubuk
pembunuh jentik nyamuk kepada semua siswa," jelasnya.
Selket Gani juga menyampaikan terimaksih
kepada pihak puskesmas yang telah memberikan sosialisasi tentang bahayanya DBD.
"Saya atas nama kepala smpn 1,
mengucapkan terimakasih kepada pihak puskesmas giligenting yang hingga saat ini
masih memberikan pemahaman tentang bahayanya penularan demam berdarah dengue
kepada semua para siswa dan juga guru," pungkasnya. (Rahman KIM Konengan).