Sumenep, 06 Juni 2026 – Usaha kuliner rumahan yang sederhana ternyata mampu memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah usaha penjualan tahu walik—makanan ringan khas Jawa Timur yang semakin digemari berbagai kalangan. Seiring dengan meningkatnya permintaan, usaha ini tidak hanya menguntungkan pemiliknya, tetapi juga terbukti mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Tahu walik, yang terbuat dari tahu yang dibalik kulitnya dan diisi adonan tepung berbumbu serta tambahan daging ayam , kini tidak hanya dijual di pinggir jalan, tetapi juga telah merambah ke pusat perbelanjaan, pesanan daring, hingga pemesanan untuk acara-acara besar. Hal ini membuat skala produksi terus berkembang, sehingga pemilik usaha membutuhkan tenaga tambahan untuk membantu proses pembuatan, pengemasan, hingga pengiriman.
Menurut Wildan papacula salah satu pengusaha tahu walik Sarieang di kawasan Saronggi Sumenep, usahanya yang dimulai dari modal kecil dan dikerjakan sendiri kini telah mempekerjakan delapan orang warga sekitar. “Dulu saya hanya bisa membuat dan menjual sendiri. Sekarang karena pesanan terus bertambah, saya butuh orang untuk mengolah adonan, menggoreng, melayani pembeli, dan mengantar pesanan. Alhamdulillah, ini bisa membantu tetangga yang membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, perkembangan usaha tahu walik juga membuka peluang kerja tidak langsung. Banyak warga yang kemudian terlibat dalam rantai pasokan, seperti memasok tahu mentah, bumbu, minyak goreng, hingga kemasan makanan. Bahkan, beberapa pengusaha skala menengah mulai melatih tenaga kerja baru agar memiliki keterampilan yang baik dalam mengolah makanan ini.
Saat ini, usaha tahu walik milik wildan papacula ini juga mulai membuka cabang di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Lenteng, Bluto, Ganding serta Kecamatan Kota yakni di Tajamara Sumenepp. Harapannya, semakin banyak usaha yang tumbuh, semakin luas pula kesempatan kerja yang tercipta untuk masyarakat luas. ( Rahman KIM Sumenep).
