Banner yang terpasang depan toko di daerah dusun lombi desa Gedugan Kecamatan Giligenting bukanlah banner orang mencalonkan diri jadi Kepala Desa ataupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) melainkan nama sebuah usaha dagang yang dirintis oleh seorang pemuda asal desa tersebut.
Warung Tasek Lombi ( WTL ) Salahsatu cara agar daya tarik pengunjung untuk membeli dagangannya dengan kreatif memberikan nama usahanya beda dengan yang biasa di pasang ditempat para pedagang yang lain.
"HAENOR" salahsatu pemuda asal desa gedugan yang tidak tergiur seperti pemuda lainnya yang banyak merantau mengadu nasip di jakarta dan daerah lain Sabtu ( 10/09) mengungkapkan bahwa dirinya membuka usaha dagang ditempat tinggalnya dan tak terpengaruh oleh para pemuda di daerahnya untuk mengadu nasip di luar pulau giligenting.
"Saya memang tidak punya keinginan untuk mencari pekerjaan di luar giligenting makanya membuka usaha walaupun kecil-kecilan di tempat tinggal sendiri bisa kumpul keluarga dan lebih santai punya usaha sendiri".
Usaha dagang yang dirintisnya bersama keluarganya tetap ditekuninya meskipun pendapatannya tak seperti di luar pulau giligenting baginya sudah bisa mencukupi kebutuhan bersama keluarganya, namun seiring waktu disaat pemerintah resmi menaikkan harga BBM sangat berpengaruh terhadap omzet yang didapatnya sehari-hari.
"Usaha jualan seperti saya ini meskipun penghasilannya tak seperti membuka usaha dagang di jakarta namun tetap saya lakukan dan ditekuni dengan harapan di saat ini sejak pemerintah menaikkan harga BBM otomatis omzet berkurang ada solusi buat para pedagang seperti saya karena berpengaruh semua barang naik dan jualan mulai sepi. Haenor menambahkan sebelum BBM naik omzet bisa mencapai Rp. 700.000 bahkan pernah sampai Rp. 1000.000 setelah BBM naik omzet langsung menurun saat ini Rp. 500. 000". Tutur haenor ( Rahman KIM Konengan ).
