Kelompok Pengolah ikan dan Pemasaran (Poklahsar) Sumur Tumpang yang berlokasi di Dusun Julung Lao’, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, berhasil mengembangkan produk olahan hasil laut berupa kerupuk ikan teri. Produk ini menjadi salah satu inovasi kuliner yang memanfaatkan potensi perikanan lokal sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Kelompok ini merupakan binaan Komunitas Informasi Masyarakat ( KIM) Kabupaten Sumenep yang merupakan peserta Bimbingan Tekhnis pengolahan ikan teri yang di gagas bersama Dinas Perikanan dan juga Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu di Balai Desa Gedugan Giligenting.
Ketua Poklahsar Sumur Tumpang, Irniawati menyampaikan bahwa kerupuk ikan teri diproduksi dari bahan baku ikan teri segar hasil tangkapan nelayan setempat. Proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan menjaga cita rasa khas ikan teri, sehingga menghasilkan kerupuk yang gurih, renyah, dan diminati konsumen.
“Kami ingin mengangkat potensi laut di Giligenting dengan menghadirkan produk olahan yang bernilai jual tinggi. Selain itu, kerupuk ikan teri juga bisa menjadi oleh-oleh khas dari Desa Galis,” ujar Irniawati selasa (26/8/2025).
Sebelumnya, produksi kerupuk ikan teri ini mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Sumenep dan Diskominfo Sumenep berupa pelatihan pengolahan hasil laut. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Saat ini, kerupuk ikan teri Poklahsar Sumur Tumpang masih dalam proses pemasaran.
“Ke depan, kelompok ini menargetkan penjualan secara online maupun offline agar bisa menjangkau konsumen lebih luas, termasuk di luar Madura,” tegsr Irniawati.
Dengan adanya inovasi produk kerupuk ikan teri, Desa Galis Giligenting tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil ikan, tetapi juga sebagai sentra olahan makanan laut yang memiliki daya saing tinggi.( Pai, Rahman KIM Konengan).