Giligenting, 22-01-2026,- Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir langsung memukul aktivitas nelayan di Kecamatan Giligenting. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang membuat para nelayan memilih menarik perahu ke daratan dan menghentikan aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.
Nelayan di Desa Galis mengaku tidak berani mengambil risiko menghadapi kondisi laut yang berbahaya. Mereka menilai ombak tinggi sangat mengancam keselamatan, terutama bagi perahu nelayan tradisional berukuran kecil.
“Kalau cuaca seperti ini, kami memutuskan tidak melaut. Angin kencang dan ombak besar bisa mengancam nyawa,” kata Ketua Kelompok Nelayan Berru Mandiri Dusun Julung Lao’, Desa Galis, Suhaemli, Kamis (22/01/2026).
Pantauan di pesisir Giligenting memperlihatkan puluhan perahu nelayan terparkir di daratan. Para nelayan menambatkan perahu dengan tali pengaman guna mencegah kerusakan akibat hantaman ombak besar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sambil menunggu kondisi laut kembali bersahabat, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan perahu dan perlengkapan melaut. Mereka baru akan kembali ke laut setelah gelombang dinilai aman.
Cuaca ekstrem ini turut berdampak pada pendapatan nelayan yang menurun tajam. Penghasilan harian dari hasil tangkapan terhenti sementara. Meski begitu, para nelayan menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Pendapatan memang turun, tapi keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan diri,” ujarnya. ( Rahman KIM Konengan).
